Asin air mata-nya masih terasa.
dalam rindu-nya masih kubaca.
di jendela mana lagi akan kujumpa.
Rengat, 16032009.
Senin, 16 Maret 2009
Travel
Semuanya kuserahkan pada perjalanan.
Segala pertemuan, perpisahan.
Tapi di travel itu, dari kacanya yang buram
masih kulihat tajamnya mata-hatimu.
Rengat, 15032009.
Segala pertemuan, perpisahan.
Tapi di travel itu, dari kacanya yang buram
masih kulihat tajamnya mata-hatimu.
Rengat, 15032009.
Minggu, 01 Maret 2009
Sebuah Monolog
semua ini milik-mu tuhan
semua rindu semua ngilu, juga bahagia dan luka
ah, katanya aku ini juga milik-mu
dia juga!
malu rasanya ketika tahu bahwa aku ini bukanlah apa apa
tidak memiliki siapa siapa
semua yang ada pada-ku kan cuma titipan dari-mu
dia juga!
ya ya ya, semua ini milik-mu tuhan
aku milik-mu dia milik-mu
kini aku sendiri, dia pun sendiri
jauh di pasir, dekat dipelupuk mata rindu-nya mengalir
tapi tuhan, kau sudah janji untuk selalu bersama-ku
bersama-nya juga
tapi kalau boleh aku meminta pada-mu tuhan
kita kumpul saja sama sama
ada aku, Kau, juga diri-nya
Rengat, 01032009.
semua rindu semua ngilu, juga bahagia dan luka
ah, katanya aku ini juga milik-mu
dia juga!
malu rasanya ketika tahu bahwa aku ini bukanlah apa apa
tidak memiliki siapa siapa
semua yang ada pada-ku kan cuma titipan dari-mu
dia juga!
ya ya ya, semua ini milik-mu tuhan
aku milik-mu dia milik-mu
kini aku sendiri, dia pun sendiri
jauh di pasir, dekat dipelupuk mata rindu-nya mengalir
tapi tuhan, kau sudah janji untuk selalu bersama-ku
bersama-nya juga
tapi kalau boleh aku meminta pada-mu tuhan
kita kumpul saja sama sama
ada aku, Kau, juga diri-nya
Rengat, 01032009.
Jumat, 06 Februari 2009
Karang
kerajaan itu adalah karang yang sendiri
seperti juga menahan garangnya ombak, Ia pun sendiri
dirinduinya diri-mu, Ikan kecil yang menjaga terumbu dihatinya
kerajaan itu adalah karang yang sendiri
yang di dera badai berkali-kali!
Rengat, Februari 2009.
seperti juga menahan garangnya ombak, Ia pun sendiri
dirinduinya diri-mu, Ikan kecil yang menjaga terumbu dihatinya
kerajaan itu adalah karang yang sendiri
yang di dera badai berkali-kali!
Rengat, Februari 2009.
26 Tahun
:Ibu
sudah kujalani, Tuhan.
dari negeri darah rahim Ibu,
yang ku-sobek dua puluh enam tahun lalu.
Rahim yang melahirkan harapan terakhir!
Ibu yang mengayun ayun buayan rotan,
merapihkan sehelai benang pun diselimut malamku,
sambil melukis doa pada setiap hela nafanya.
ah, Ibu.
Dua puluh enam tahun sudah kujalani hidup,
dari negeri darah rahim-Mu.
Rahim yang akhirnya menelan bulat bulat segala duri,
dan lukanya hati!
Rengat, 01022009.
sudah kujalani, Tuhan.
dari negeri darah rahim Ibu,
yang ku-sobek dua puluh enam tahun lalu.
Rahim yang melahirkan harapan terakhir!
Ibu yang mengayun ayun buayan rotan,
merapihkan sehelai benang pun diselimut malamku,
sambil melukis doa pada setiap hela nafanya.
ah, Ibu.
Dua puluh enam tahun sudah kujalani hidup,
dari negeri darah rahim-Mu.
Rahim yang akhirnya menelan bulat bulat segala duri,
dan lukanya hati!
Rengat, 01022009.
Selasa, 20 Januari 2009
Puisi-ku
Aku tak kan mati
hanya dengan mendatangi Bapak dan Ibu-mu
Aku, tak kan mati
hanya dengan mendatangi Bapak
dan Ibu-mu!
bukankah sudah kupikirkan diri-mu
hingga saat tersulit sekalipun
saat puisiku menemui jalan buntu
dan kata tak lagi mampu memberi arti!
aaa a aaa
Rengat, 01/01 2009.
hanya dengan mendatangi Bapak dan Ibu-mu
Aku, tak kan mati
hanya dengan mendatangi Bapak
dan Ibu-mu!
bukankah sudah kupikirkan diri-mu
hingga saat tersulit sekalipun
saat puisiku menemui jalan buntu
dan kata tak lagi mampu memberi arti!
aaa a aaa
Rengat, 01/01 2009.
Langganan:
Postingan (Atom)